Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2010

Langkah yang akan di tempuh seseorang begitu dinyatakan lulus SMA sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya ke depan. Langkah yang tepat tentu akan disyukuri, namun tak jarang kebingungan, bahkan kesemberonoan yang berakibat penyesalan menjadi kisah yang kerap terdengar. Apa saja yang sebaiknya dipertimbangkan mereka yang baru lulus SMA sebelum melangkah ke depan?

Pada psikolog dan konselor kerap menyebut “pengenalan diri” sebagai kunci keberhasilan seseorang . Banyak siswa SMA yang mengalami kebingungan dalam melangkah karena kurangnya pengenalan akan minat dan kemampuan diri. Inti pengenalan diri adalah pengetahuan akan minat atau hal-hal apa yang disukai oleh diri sendiri. Orang yang memiliki pengetahuan ini bias membedakan mana yang merupakan minat sesungguhnya dan mana yang merupakan keinginan.

Minat dan keinginan sama-sama merupakan sesuatu yang disukai, karena itu diinginkan. Bedanya, jangka waktu keinginan biasanya pendek dan langsung memuaskan bila terpenuhi, sedangkan jangka waktu minat relatif lebih lama dah menetap. Adalah penting untuk mengenali kekuatan dan kelemahan fisik, kepribadian dan intelektual. Bagaimana caranya? Kekuatan dan kelemahan fisik lebih mudah dikenali. Kepribadian dapat diketahui dari refleksi diri dan umpan balik orang-orang terdekat  atau melalui psikolog. Sedangkan intelektualitas seseorang bias dikenali antara lain melalui nilai rapor.

Pengenalan diri ini masih harus diikuti dengan pertimbanagn-pertimbanagn eksternal seperti tingkat ekonomi dan masih banyak lagi. Sering-seringlah membaca, serta bertukar pikiran dengan keluarga, sahabat dan teman-teman lain, terutama para senior yang telah lebih dulu melangkah, karena dari situ akan didapat gambaran yang lebih lengkap tentang dunia di depan. Berbekal wawasan inilah, seseorang bisa menentukan cita-citanya dan melangkah ke depan untuk mewujudkannya.

Jika Langkah yang di tempuh adalah melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, pastikan bahwa institusi pendidikan yang dipilih dapat memfasilitasi cita-cita tersebut. Saat ini ada begitu banyak perguruan tinggi di seluruh Indonesia, terutama perguruan tinggi swasta (PTS). Bentuknya pun bermacam-macam, dan ada universitas, sekolah tinggi, akademi dan lain-lain.

Di samping factor minat dan kemampuan ekonomi, pemilihan perguruan tinggi yang akan dijadikan sarana meraih cita-cita tersebut harus didasarkan pula pada prospek ke depannya, paling tidak selama 4—7 tahun ke depan. Misalnya saja, dengan fakta bahwa saat ini bangsa Indonesia baru dibangkitkan kesadarannya untuk menggarap potensi kelautan dan pertanian, maka mencari perguruan tinggi yang “fasih” mengajarkan teknologi pertanian/kelautan adalah langkah yang bersifat antisipatif karena memiliki prospek yang baik.

Contoh lain adalah globalisasi dan perdagangan bebas yang diyakini bakal menentukan wajah dunia masa depan, karenanya pekerja masa depan dituntut untuk menguasai bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, computer, internet, dan masih banyak lagi. Pilihlah perguruan tinggi yang juga siap mengantisipasi hal ini.

Salah satu Universitas yang spesialis mengajarkan bidang teknologi, khususnya information and communication technology (ICT) adalah Universitas Multimedia Nusantara (UMN). UNM memiliki ambisi menjadi pusat pendidikan ICT kelas dunia, untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara berbasis teknologi di tahun 2020.

UNM akan mendidik para mahasiswa untuk menjadi tenaga ahli di bidang ICT dengan kompetensi tinggi, yang siap untuk memegang peranan penting dalam tingkat nasional dan internasional. Dengan dibekali jiwa technoprenuer, lulusan UMN diharapkan justru mampu menciptakan lapangan kerja.

Universitas yang akan membangun kampus modern baru di Summarecon Serpong ini menempatkan diri sebagai sebuah center of excellence, “kawah candradimuka” bagi pengembangan sumber daya manusia andal dalam bidang ICT di Indonesia. Selain sarana kampus yang modern, UNM menerapkan experienced based learning dengan menghadirkan para ahli dan professional yang berpengalaman sebagai tenaga pengajar. Dengan dukungan dari Kompas Gramedia, mahasiswa mendapatkan kesempatan magang yang luas dan peluang kerja.

Masih banyak perguruan tinggi lain dengan berbagai kekhasan masing-masing dan memiliki prospek yang baik. Tinggal bagaimana calon mahasiswa rajin mencari informasi selengkap mungkin sehingga bisa mendapatkan perguruan tinggi yang paling sesuai.

Iklan

Read Full Post »

Paragraf Deduktif adalah Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh :

Landasan yang dapat didarati pesawat jet Fokker F28 dan sejenisnya akan ditambah tiga buah lagi pada tahun 2004. Dari 55 landasn yang dibina oleh jenderal perhubungan Udara, dewasa hanya 23 saja yang sanggup menampung pesawat Fokker  F28. Di antaranya ialah lapangan Udara Panasan di Solo, Ahmad Yani di Semarang, dan Supadio di Pontianak, yang semua di resmikan awal tahun ini. Sekarang landasn Blang Bintang di Banda Aceh, Sentani di jayapura, dan Penfui di Kupang sedang diperpanjang dan diperluas. Pada akhir tahun ini, perbaikan ketiga landasan itu diharapkan sudah selesai, dan pesawat jet jenis Foker F28 dapat mendarat di sana dan memperluas jaringan lalu-lintas udara di tanah air kita.

Paragraf di atas disebut paragraf deduktif yaitu Landasan yang dapat didarati pesawat jet Foker F28 dan sejenisnya akan ditambah tiga buah lagi pada tahun 2004.

Paragraf Induktif adalah Paragraf dimana ide pokok terlatak di akhir paragraf,dan kalimat penjelas berada pada bagian awal paragraf.

Contoh :

Setiap malam berpuluh ribu tikus menyerbu desa-desa di kecamatan Pracimantoro. Segala macam tanaman, hingga pohon petai cina yang sudah tua, habis digerogoti tikus. Binatang peliharaan seperti ayam, kambing, dan sapi tidak luput dari serangan yang ganas itu. Apalagi bahan makanan. Memang itu dicari. Habis tandas ditelan tikus. Bahkan, penduduk beberapa desa terpaksa diungsikan karena ketakutan.  Sampai sekarang masih ada orang yang tidak mau pulang ke kampung halamannya. Memang dahsyat sekali serangan hama tikus yang melanda Wonogiri pada tahun 1961-1963.

Paragraf diatas di sebut paragraf Induktif yaitu Memang dahsyat sekali serangan hama tikus yang melanda Wonogiri pada tahun 1961-1963.

Sumber : Bahasa Indonesia Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah dan Suplemen 2005 Program Dasar Pendidikan Tinggi (PDPT) Universitas Indonesia Depok, 2005

Read Full Post »