Feeds:
Pos
Komentar

Rumah sakit sebagai suatu organisasi yang khusus memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat harus dilihat sebagai suatu institusi yang sangat fital demi kelangsungan hidup manusia. Penanganan kasus gawat darurat padasetiap rumahsakit khususnya obstetri sering menjadi sorotan public sebagai pengguna jasa pelayanan kesehatan yang sering merasa terabaikan dan tidak jarang berakhir pada kematian.

Kematian dan kesakitan ibu sebenarnya dapat dikurangi atau dicegah dengan berbagai usaha perbaikan dalam bidang pelayanan kesehatan obstetri. Pelayanan kesehatan tersebut dinyatakan sebagai bagian integral dari pelayanan dasar yang terjangkau seluruh masyarakat. Kegagalan dalam penanganan kasus kedaruratan obstetri umumnya disebabkan oleh kegagalan mengenal resiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan risiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis dan penderita dalam mengenal kehamilan resiko tinggi, secara dini, masalah dalam pelayanan obstetri, maupun kondisi ekonomi. Penyebab utama tingginya angka kematian ibu ialah adanya 3 terlambat (3T) yaitu terlambat mencari pertolongan, terlambat mencapai tempat tujuan dan terlambat memperoleh penanganan yang tepat setelah tiba ditempat tujuan.

Pelayanan gawat darurat bertujuan menyelamatkan kehidupan penderita,sering dimanfaatkan hanya untuk memperoleh pelayanan pertolongan pertama dan bahkan pelayanan rawat jalan. Pelayanan gawat darurat terdiri dari: falsafah dan tujuan, administrasi dan pengelolaan, staf dan pimpinan, fasilitas dan peralatan, kebijakan dan prosedur, pengembangan staf dan program pendidikan, evaluasi dan pengendalian mutu.

Struktur Organisasi dan Falsafah Tujuan

Struktur organisasi rumahsakit, khususnya untuk gawat darurat sudah ada. Berdasarkan hasil yang diperoleh struktur organisasi unit gawat darurat terpisah dari struktur organisasi rumahsakit. Unit gawat darurat sebagai salah satu unit organisasi sendiri telah memiliki struktur organisasi sendiri dengan uraian tugas masing-masing. Hanya saja akibat kekurangan tenaga maka ada yang bertugas dua fungsi. Keadaan ini berdampak terhadap sistem dan manajemen gawat darurat

Dana dan Fasilitas Peralatan

Pembiayaan dalam pengelolaan Rumahsakit Umum Tengku Mansyur dibebankan pada APBD dan APBN serta dana lainnya dari rumahsakit. Sumber lain dalam pendanaan rumahsakit yaitu melalui dana dekonsentrasi dan sumber lain seperti askes dan askes-kin untuk masyarakat yang tergolong tidak mampu. Dana unit gawat darurat lebih kepada pengadaan alat kesehatan dan fasilitas fisik juga untuk tenaga bantu. Dana pengembangan staf unit gawat darurat tidak ada. Apabila para staf melanjutkan studI atau menghadiri seminar harus dengan izin pemerintah kota melalui badan kepegawaian daerah. Fasilitas dan peralatan unit gawat darurat masih sangat kurang. Ada beberapa alat yang tidak layak pakai akibat usia terlalu tua. Pengadaan peralatan baru harus menbuat surat permintaan peralatan dan masih harus diseleksi oleh administrasi kantor. Obat dan bahan cairan infuse khusus untuk pasien askes dan askes-in disediakan oleh  PT. Askes. Obat dan cairan infus untuk pasien umum disediakan oleh unit gawat darurat sendiri. Ruangan di unit gawat darurat sudah Terdapat pemisahan tempat pemeriksaan dan tindakan sesuai kondisi penyakit tetapi masih belum sesuai dengan kriteria unit gawat.

Pengambangan Staf dan Program Pendidikan Pengendalian Mutu Pelayanan

Jumlah tenaga di unit gawat darurat masih sangat terbatas. Hanya ada 21 orang tenaga. Berdasarkan tingkat pendidikan, untuk tenaga perawat dan bidan yang memiliki tingkat pendidikan diploma 3 tahun sebanyak 5 orang dan 4 orang masih berpendidikan sekolah perawat kesehatan. Tenaga adminsitrasi memiliki tingkat pendidikan sekolah menengah atas. Tenaga perawat merupakan jumlah tenaga yang terbanyak di unit gawat darurat yaitu 9 orang atau sebanyak 47 %. Tenaga Bidan hanya berjumlah 4 orang. Dari jumlah ini jika berdasarkan shift maka setiap shiftnya yang bertugas hanya 1 orang dalam setiap hari.

Dokter umum direkrut rumahsakit untuk melayani pasien rawan jalan di poli dan di unit gawat darurat. Baru empat pegawai negeri sipil dari enam dokter yang sekarang bekerja. Dua yang lain masih calon. Belum satu pun yang memperoleh sertifikat kegawatdaruratan. Dalam pelaksanaan lapangan, dokter ini diatur melalui 2 shift yakni mulai dari 8-15 dan 15 – 8. Dalam satu bulan ada satu minggu libur untuk satu orang dokter secara bergantian biasanya setelah habis jaga malam. Apabila tidak dapat hadir pada saat jam jaga maka dokter tersebut menghubungi teman sejawat yang dapat menggantikannya. Hal ini dimaksudkan supaya dokter tetap ada di tempat selama dua puluh empat jam penuh sehingga pelayanan dapat terus berjalan dengan semestinya.

Kesimpulan

Pelayanan dan administrasi pengelolaan unit gawat darurat belum sesuai baik jumlah maupun kriteria tenaga. Pelaksanaan falsafah tujuan unit gawat darurat belum berjalan secara optimal juga organisasi masih belum bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Pelaksanaan fasilitas peralatan yang tersedia belum memenuhi persyaratan, dana yang di cairkan masih sangat kurang untuk keperluan di unit gawat darurat sementara yang menanaggulangi selalu kepala unit atas kebijakanmya untuk mengatasi masalah. Pelaksanaan pengembangan staf dan program pendidikan sangat kurang dan staf belum sesuai baik jumlah maupun kriteria tenaga sedangkan pengendalian mutu belum pernah di laksanakan.

Saran

Perlu mengevaluasi dan menganalisis kebutuhan sumber daya manusia di unit gawat darurat untuk menunjang pelayanan di unit gawat darurat. Sistem manajemen di unit gawat darurat perlu dievaluasi dan ditingkatkan sehingga permasalahan pelayanan yang terkait dengan manajemen dapat diminimalisir. Fasilitas dan peralatan di unit gawat darurat perlu untuk ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan pelayanan di unit gawat darurat Perlu dibuat program pengembangan staf baik melalui pelatihan maupun pendidikan formal sesuai dengan kebutuhan di unit gawat darurat dan program pengendalian dan peningkatan mutu pelayanan di unit gawat darurat.

Iklan

Judul Buku: 147 Ilmuwan Terkemuka Sepanjang Sejarah Islam

Penulis: Muhammad Gharib Jaudah

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Cetakan: Pertama, Juni 2007

Jumlah halaman: xxxii+544

Sebagai peradaban besar, Islam melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang memberikan kontribusi penting bagi kehidupan umat manusia di zamannya juga generasi selanjutnya. Nama-nama mereka tercatat dengan tinta emas. Namun sayangnya, mereka yang lahir dari peradaban Islam di kemudian hari diklaim oleh orang-orang Barat sebagai bagian dari peradaban Barat. Padahal pada saat itu, Barat masih dalam masa pertengahan yang dikenal sebagai masa kegelapan. Misalnya, Ibnu Sina mereka catut sebagai ilmuwan Eropa dan diberi nama Avicenna, padahal nyata-nyata Ibnu Sina dilahirkan di propinsi Bukhara, tempat kelahiran Imam hadits terkenal Imam Al-Bukhari.

Penulis dalam buku ini ingin mengajak kepada umat muslim untuk mengingat kebesaran peradaban Islam yang ditandai oleh pesatnya ilmu pengetahuan dan digulirkan oleh ilmuwan muslim. Bukan hanya sebagai pengingat, namun juga sebagai cerminan untuk bangkit dan menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dengan ajarannya yang menggalakkan berpikir, mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan bertaraf internasional.

Buku ini terdiri dari tiga bab pembahasan pokok yaitu: Pengantar tentang peradaban Islam; ilmuwan muslim terkemuka; dan ensiklopedia ilmuwan muslim.

Pada bab ilmuwan muslim terkemuka dibuka dengan menampilkan sosok ilmuwan Jabir bin Hayyan (720 M-813 M) yang merupakan perintis pertama ilmu kimia. Dialah penemu zat organik seperti kolik, limonik, dan tatrik. Dia pula yang pertama kali menemukan air raksa dengan cara mencampurkan asam hidrolik dengan asam netrik. Di Eropa nama Jabir lebih dikenal dengan sebutan Geber penulis buku “Summa Perfection” dan penemu Proses Distilasi.

Secara umum, buku ini sangat lengkap memaparkan penemuan-penemuan ilmiah yang ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam. Sayangnya, dari 147 ilmuwan yang disebutkan, ada beberapa di antaranya yang dijelaskan secara singkat dikarenakan keterbatasan waktu, sebagaimana dikatakan penulisnya sendiri. Namun, ilmuwan-ilmuwan Islam yang dijelaskan di buku ini sudah cukup mewakili dan mampu memotivasi umat Islam supaya lebih perhatian lagi dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

Langkah yang akan di tempuh seseorang begitu dinyatakan lulus SMA sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupnya ke depan. Langkah yang tepat tentu akan disyukuri, namun tak jarang kebingungan, bahkan kesemberonoan yang berakibat penyesalan menjadi kisah yang kerap terdengar. Apa saja yang sebaiknya dipertimbangkan mereka yang baru lulus SMA sebelum melangkah ke depan?

Pada psikolog dan konselor kerap menyebut “pengenalan diri” sebagai kunci keberhasilan seseorang . Banyak siswa SMA yang mengalami kebingungan dalam melangkah karena kurangnya pengenalan akan minat dan kemampuan diri. Inti pengenalan diri adalah pengetahuan akan minat atau hal-hal apa yang disukai oleh diri sendiri. Orang yang memiliki pengetahuan ini bias membedakan mana yang merupakan minat sesungguhnya dan mana yang merupakan keinginan.

Minat dan keinginan sama-sama merupakan sesuatu yang disukai, karena itu diinginkan. Bedanya, jangka waktu keinginan biasanya pendek dan langsung memuaskan bila terpenuhi, sedangkan jangka waktu minat relatif lebih lama dah menetap. Adalah penting untuk mengenali kekuatan dan kelemahan fisik, kepribadian dan intelektual. Bagaimana caranya? Kekuatan dan kelemahan fisik lebih mudah dikenali. Kepribadian dapat diketahui dari refleksi diri dan umpan balik orang-orang terdekat  atau melalui psikolog. Sedangkan intelektualitas seseorang bias dikenali antara lain melalui nilai rapor.

Pengenalan diri ini masih harus diikuti dengan pertimbanagn-pertimbanagn eksternal seperti tingkat ekonomi dan masih banyak lagi. Sering-seringlah membaca, serta bertukar pikiran dengan keluarga, sahabat dan teman-teman lain, terutama para senior yang telah lebih dulu melangkah, karena dari situ akan didapat gambaran yang lebih lengkap tentang dunia di depan. Berbekal wawasan inilah, seseorang bisa menentukan cita-citanya dan melangkah ke depan untuk mewujudkannya.

Jika Langkah yang di tempuh adalah melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, pastikan bahwa institusi pendidikan yang dipilih dapat memfasilitasi cita-cita tersebut. Saat ini ada begitu banyak perguruan tinggi di seluruh Indonesia, terutama perguruan tinggi swasta (PTS). Bentuknya pun bermacam-macam, dan ada universitas, sekolah tinggi, akademi dan lain-lain.

Di samping factor minat dan kemampuan ekonomi, pemilihan perguruan tinggi yang akan dijadikan sarana meraih cita-cita tersebut harus didasarkan pula pada prospek ke depannya, paling tidak selama 4—7 tahun ke depan. Misalnya saja, dengan fakta bahwa saat ini bangsa Indonesia baru dibangkitkan kesadarannya untuk menggarap potensi kelautan dan pertanian, maka mencari perguruan tinggi yang “fasih” mengajarkan teknologi pertanian/kelautan adalah langkah yang bersifat antisipatif karena memiliki prospek yang baik.

Contoh lain adalah globalisasi dan perdagangan bebas yang diyakini bakal menentukan wajah dunia masa depan, karenanya pekerja masa depan dituntut untuk menguasai bahasa asing (bukan hanya bahasa Inggris), perdagangan internasional, lingkungan, peralatan berteknologi tinggi, computer, internet, dan masih banyak lagi. Pilihlah perguruan tinggi yang juga siap mengantisipasi hal ini.

Salah satu Universitas yang spesialis mengajarkan bidang teknologi, khususnya information and communication technology (ICT) adalah Universitas Multimedia Nusantara (UMN). UNM memiliki ambisi menjadi pusat pendidikan ICT kelas dunia, untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara berbasis teknologi di tahun 2020.

UNM akan mendidik para mahasiswa untuk menjadi tenaga ahli di bidang ICT dengan kompetensi tinggi, yang siap untuk memegang peranan penting dalam tingkat nasional dan internasional. Dengan dibekali jiwa technoprenuer, lulusan UMN diharapkan justru mampu menciptakan lapangan kerja.

Universitas yang akan membangun kampus modern baru di Summarecon Serpong ini menempatkan diri sebagai sebuah center of excellence, “kawah candradimuka” bagi pengembangan sumber daya manusia andal dalam bidang ICT di Indonesia. Selain sarana kampus yang modern, UNM menerapkan experienced based learning dengan menghadirkan para ahli dan professional yang berpengalaman sebagai tenaga pengajar. Dengan dukungan dari Kompas Gramedia, mahasiswa mendapatkan kesempatan magang yang luas dan peluang kerja.

Masih banyak perguruan tinggi lain dengan berbagai kekhasan masing-masing dan memiliki prospek yang baik. Tinggal bagaimana calon mahasiswa rajin mencari informasi selengkap mungkin sehingga bisa mendapatkan perguruan tinggi yang paling sesuai.

Paragraf Deduktif adalah Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh :

Landasan yang dapat didarati pesawat jet Fokker F28 dan sejenisnya akan ditambah tiga buah lagi pada tahun 2004. Dari 55 landasn yang dibina oleh jenderal perhubungan Udara, dewasa hanya 23 saja yang sanggup menampung pesawat Fokker  F28. Di antaranya ialah lapangan Udara Panasan di Solo, Ahmad Yani di Semarang, dan Supadio di Pontianak, yang semua di resmikan awal tahun ini. Sekarang landasn Blang Bintang di Banda Aceh, Sentani di jayapura, dan Penfui di Kupang sedang diperpanjang dan diperluas. Pada akhir tahun ini, perbaikan ketiga landasan itu diharapkan sudah selesai, dan pesawat jet jenis Foker F28 dapat mendarat di sana dan memperluas jaringan lalu-lintas udara di tanah air kita.

Paragraf di atas disebut paragraf deduktif yaitu Landasan yang dapat didarati pesawat jet Foker F28 dan sejenisnya akan ditambah tiga buah lagi pada tahun 2004.

Paragraf Induktif adalah Paragraf dimana ide pokok terlatak di akhir paragraf,dan kalimat penjelas berada pada bagian awal paragraf.

Contoh :

Setiap malam berpuluh ribu tikus menyerbu desa-desa di kecamatan Pracimantoro. Segala macam tanaman, hingga pohon petai cina yang sudah tua, habis digerogoti tikus. Binatang peliharaan seperti ayam, kambing, dan sapi tidak luput dari serangan yang ganas itu. Apalagi bahan makanan. Memang itu dicari. Habis tandas ditelan tikus. Bahkan, penduduk beberapa desa terpaksa diungsikan karena ketakutan.  Sampai sekarang masih ada orang yang tidak mau pulang ke kampung halamannya. Memang dahsyat sekali serangan hama tikus yang melanda Wonogiri pada tahun 1961-1963.

Paragraf diatas di sebut paragraf Induktif yaitu Memang dahsyat sekali serangan hama tikus yang melanda Wonogiri pada tahun 1961-1963.

Sumber : Bahasa Indonesia Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah dan Suplemen 2005 Program Dasar Pendidikan Tinggi (PDPT) Universitas Indonesia Depok, 2005

Sekilas tentang surga

“Kami sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu, yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas oleh hati manusia…”

“Seorang pun tak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-sajdah 17)

“Sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal dunia, maka kursinya diperlihatkan kepadanya setiap pagi dan petang. Jika ia penghuni surga, maka ia adalah penghuni surga. Jika ia penghuni neraka, maka ia adalah penghuni neraka. Kemudian dikatakan, Inilah kursimu hingga Allah Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat nanti.” Bukhari-Muslim

Sungguh Nabi Muhammad saw. telah melihat di dekatnya terdapat surga tempat tinggal sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim hadits dari Anas dalam kisah Isra’ dan Mi’raj. Pada akhir hadits tersebut dijelaskan,

“Jibril berjalan terus hingga tiba di Sidratul Muntaha dan ternyata Sidratul Muntaha ditutup dengan warna yang tidak aku ketahui.” kata Rasulullah saw. lebih lanjut, “Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya terdapat kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma kesturi. Bukhari-Muslim

“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian, berbahagialah kalian! Maka masukilah surga ini, sedang kalian kekal di dalamnya.” Az-Zumar 39:73

“Di surga terdapat delapan pintu. Ada pintu yang namanya Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang puasa.” Bukhari dan Muslim

“Barang Siapa yang berinfak dengan sepasang unta atau kuda atau lainnya di jalan Allah swt., maka ia dipanggil dari pintu-pintu surga. “Wahai hamba Allah, pintu ini lebih baik. Barang Siapa yang rajin shalat, maka ia dipanggil di pintu shalat. Barang Siapa berjihad, maka ia dipanggil di pintu jihad. Barang Siapa rajin bershadaqah, maka ia masuk dari pintu shadaqah. Dan barang siapa puasa, maka ia dipanggil dari Ar-rayyan.”Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah, apakah setiap orang dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Adakah orang dipanggil dari semua pintu tersebut? Rasulullah saw. menjawab,”Ya, dan aku berharap engkau termasuk dari mereka.”

“Siapa di antara kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluhu, maka dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan dan ia masuk dari mana saja yang ia sukai.” Imam Muslim

“Jika seorang muslim mempunyai tiga orang anak yang belum baligh kemudian meninggal dunia, maka mereka menjumpainya di pintu-pintu surga yang delapan dan ia bebas masuk dari pintu mana saja yang ia sukai.” k

“Demi Muhammad yang jiwanya ada di Tangan-Nya, jarak antara dua daun pintu surga adalah seperti Makkah dan Hajar atau Hajar dan Makkah.” Imam Bukhari

“Antara Makkah dan Hajar atau Makkah dengan Bushra.” (Hadits ini keshahihannya disepakati pakar hadits).

“Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat. Kalian adalah umat yang terbaik dan termulia di sisi Allah. Jarak di antara dua daun pintu surga adalah empat puluh tahun. Pada suatu hari ia akan penuh sesak.” Imam Ahmad

“Pintu yang dimasuki oleh penghuni surga jaraknya adalah sejauh perjalanan pengembara dunia yang ahli, tiga kali lipat. Kemudian penghuni surga memenuhinya hingga pundak mereka nyaris lengkap.” Abu Nu’aim

“Allah Azza wajalla menciptakan Adam mirip dengan wajah-Nya. Postur tubuh Adam adalah enam puluh hasta. Usai menciptakan Adam Allah berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada sekumpulan tersebut. Mereka adalah para malaikat yang sedang duduk-duduk dan mendengarkan salam yang mereka sampaikan kepadamu, karena salam tersebut adalah salammu dan salam anak keturunanmu.”

Kata Rasulullah saw., “Lalu Adam pergi ke tempat mereka dan berkata, “Salam sejahtera atas kalian.” Mereka menjawab, “Salam sejahtera juga atasmu dan begitu juga rahmat Allah.” Kata Rasulullah saw. lebih lanjut, “Maka setiap orang yang masuk ke dalam surga wajahnya seperti wajah Adam dan postur tubuhnya adalah enam puluh hasta. Setelah Adam, manusia mengecil hingga sekarang.” Ahmad, Bukhari dan Muslim

“Penghuni surga masuk ke dalam surga dengan rambut pendek, belum berjenggot, matanya bercelak dan usianya tiga puluh tiga tahun.” Imam Tirmidzi

“Jika penghuni surga meninggal dunia, baik pada saat kecil atau tua, maka mereka dikembalikan dengan usia tiga puluh tahun di surga dan usianya tidak bertambah selama-lamanya. Begitu juga penghuni neraka.” Imam Tirmidzi

“Penghuni surga masuk surga dengan ketinggian Adam, enam puluh hasta dengan ukuran orang besar, dengan wajah tampan setampan Nabi Yusuf, Seusia Nabi Isa, tiga puluh tiga tahun, lidahnya fasih sefasih Nabi Muhammad, belum berjenggot dan berambut pendek.” Ibnu Abu Dunya

Dalam riwayat yang lain, “Sesungguhnya derajat penghuni surga yang paling rendah yang berada di tingkat keenam dan ketujuh. Disediakan baginya tiga ratus pelayan yang setiap pagi dan sore melayaninya dengan memberikan tiga ratus piring. Yang saya ketahui piring tersebut terbuat dari emas.”

“Setiap piring mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh piring yang lain. Ia menikmati dari piring yang pertama hingga piring terakhir. Pelayan-pelayan juga memberikan tiga ratus minuman di mana setiap minuman mempunyai warna tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat minum yang lain. Ia menikmati tempat minum pertama hingga tempat minum terakhir.”

Ia berkata,” Rabbku, jika Engkau mengizinkan, maka aku akan memberi makan dan minum kepada penghuni surga dengan tidak mengurangi jatah yang diberikan kepadaku. “Sesungguhnya ia mempunyai istri sebanyak tujuh puluh dua orang yang berasal dari wanita-wanita surgawi yang matanya cantik jelita belum temasuk istri-istrinya dari wanita dunia. Salah seorang dari istri-istri mereka mengambil tempat duduknya yang panjangnya satu mil ukuran dunia.”(HR Ahmad)

“Dan penghuni surga yang paling tinggi atau mulia di sisi Allah adalah orang yang melihat wajah Allah setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat, “Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada saat itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat.” HR Tirmidzi

“Saya datang ke pintu surga, lalu saya buka. Sang penjaga bertanya, “Siapakah Anda?” Saya menjawab, “Saya Muhammad.” Penjaga pintu lalu berkata, “Saya memang diperintah agar pintu surga ini tidak saya buka sebelum Anda terlebih dulu masuk.” Imam Muslim

Rasulullah bersabda, “Jibril datang kepada saya dan memberi informasi tentang pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku.” Mendengar itu, Abu Bakar bertanya, “Ya Rasulullah saw. aku ingin bersamamu hingga dapat melihat pintu surga.” Rasulullah menjawab, “Engkau wahai Abu bakar, adalah orang pertama dari umatku yang memasuki surga.” Imam Bukhari-Muslim

Pertama kali dari golongan umat yang masuk surga tanpa melalui proses hisab ialah mereka yang berderajat tinggi dan agung dalam iman dan taqwanya, beramal shaleh dan istiqamah.

“Mereka berbaris dalam satu regu, wajah mereka memancarkan kepuasan seperti rembulan saat pertama. Tubuh mereka bersih dari kotoran. Tidak meludah, tidak berdahak dan tidak pula buang air. Tempat-tempat singgahnya terbuat dari emas, sisirnya terbuat juga dari emas dan perak. Tempat apinya adalah kayud, keringatnya berupa minyak misyk, setiap lelaki memiliki pasangan istri yang kulitnya cemerlang seolah-olah sumsumnya tampak dari balik daging. Mereka tidak pernah berselisih, tidak saling membenci sebab mereka sehati. Bacaannya tiap kali adalah tasbih, setiap pagi maupun sore.” Imam Bukhari

“Pasti masuk surga di antara umatku yang berjumlah tujuh puluh ribu orang tanpa hisab atau tujuh ratus ribu orang. Mereka saling bergandeng hingga masuk surga semuanya. Wajah mereka seperti rembulan pada saat pertama.” Imam Bukhari dan Muslim

Ibnu Abas ra berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda:

“Semua umat diperlihatkan kepadaku kemudian aku lihat ada nabi yang diikuti oleh sekelompok orang pengikutnya. Ada nabi yang diikuti oleh satu dan dua orang. Ada nabi yang tidak diikuti oleh sorangpun. Diangkat kepadaku kumpulan manusia yang sangat banyak lalu aku mengira bahwa mereka adalah umatku lalu dikatakan kepadaku, “Ini adalah Musa dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk langit!” Lalu aku melihat ke ufuk langit dan ternyata di sana ada kumpulan manusia yang sangat banyak. Dikatakan kepadaku, “Ini adalah umatmu dan di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Setelah itu Rasulullah masuk ke dalam rumah

Brainstorming

Akankah Kecaman, Kutukan, Tekanan, Statement seluruh umat Muslim di dunia terhadap Yahudi Israel menghentikan tindakan penyerangan, penghancuran, penyerbuan, pembunuhan, pemerkosaan dan pembentaian yang dilakukan oleh YAHUDI LAKNATULLAH ‘ALAIH ?

Sudahkan Umat Islam memberikan dukungan penuh atas penindasan, penistaan terhadap Rakyat Palestina dan Umat Islam di PALESTINA? dimanakah perhatian Umat Islam saat ini?

Penyerbuan Masjid Al-Aqsha yang dilakukan Tentara Yahudi Israel seiring dengan penyelenggaraan Haji, akankah Umat Muslim yang melaksanakan Haji membuat program penggalangan dana dan menyatakan sikapnya mengutuk keras terhadap tindakan Israel yang menyerang Masjid Suci Al-Aqsha?

PEMENANG Vs PECUNDANG

Pada suatu hari murid bertanya kepada gurunya
Guru, apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini bukan menjadi pecundang ?

Sang guru menjawab, pelajari perbedaan antara keduanya.

Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.

Jika pecundang akan selalu punya alasan
Pemenang akan selalu punya program.

Jika pecundang berkata : Itu bukan pekerjaanku !
Pemenang akan berkata : Biar aku yang mengerjakan itu.

Bila pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
Pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.

Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap persoalan
Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.

Jika pecundang berkata : Itu mungkin dikerjakan, tapi sulit
Pemenang akan berkata : Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.

Kalau kamu mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang, kaulah yang akan menjadi pemenang.